Olimpiade Rio akan berlangsung kira-kira setengah bulan lagi Ya, dalam periode satu purnama secara astronomi para arlet terbaik dunia dari berbagai cabang akan berkumpul dan berkompetisi untuk pertama kalinya di belahan bumi yang dikenal sebagai Amerika Selatan. Ngomongin soal setengah, tulisan ini akan membahas prestasi Olimpiade dari negara-negara yang wilayahnya berada dalam zona waktu yang berbeda kira-kira setengah hari dari Rio de Janeiro, yaitu Asia tenggara. (Disclaimer: Asia timur juga di zona waktu yang sama tapi diabaikan krn prestasinya udah ketinggian)
Demi keringkasan tulisan (kaya entry blog ini pernah panjang aja), maka negara yang dibahas hanyalah negara pendiri ASEAN. Negara ASEAN pertama yang berpartisipasi di Olimpiade adalah Filipina, Filipina juga yang pertama kali meraih medali melalui Teofilo Yldefonso pada Amsterdam 1928. Negara Manny Pacquiao ini belum pernah mendapat emas Olimpiade, dua kesempatan terdekat dengan emas didapat ketika dua petinju mereka kalah di final Tokyo dan Atlanta. Dan seperti sebelumnya, negara yang mengirim 12 atlet di 7 cabor ke Rio ini berharap akan ada medali dari ring tinju. Negara kedua setelah Filipina yang meraih medali adalah Singapura di Roma 1960 lewat perak angkat besi. Mereka harus menunggu 48 tahun sebelum datangnya medali kedua lewat Feng Tianwei dan kawan-kawan yang menjadi warga negara Singapura lewat program pencarian bakat, Feng Tianwei yang mencari emas untuk melengkapi perak dan perunggu dari 2 OG sebelumnya akan menjadi andalan Singapura selain rekan-rekannya sesama atlet pingpong.Satu pendiri ASEAN lagi yang masih mencari emas pertama adalah Malaysia. Malaysia yang baru meraih medali bersamaan dengan masuknya badminton ke olimpiade, tentu berharap salah satu pebulutangkis mereka atau Pandelela Rinong berhasil memulai pendulangan emas di Olimpiade, meski mereka bisa kasih pembelaan bahwa puasa emas karena IOC ngga approve squash :D
Indonesia dan Thailand, dua negara yang sama2 pertama kali ikut Olimpiade di Helsinki 52 dan sama2 pernah meraih emas di Olimpiade, menyikapi kegagalan mereka meraih emas di London 2012 dengan cara agak berbeda. Thailand peraih 7 medali emas (terbanyak seASEAN sampai sekarang) mencoba meraih kembali tradisi emas itu lewat banyak cabang, seperti Ratchanok Intanon rank 4 BWF, Peamwilai Laopeam dan Wutichai Masuk peraih medali kejuaraan dunia tinju terakhir, lifter peraih perak OG London Pimsiri Sirikaew, dan pegolf nomor 7 dunia Ariya Jutanugarn. Sementara Indonesia mengandalkan bulutangkis untuk mengembalikan tradisi emas dengan bantuan para lifter angkat besi yang berburu emas pertama setelah 3 perak 5 perunggu sejak Sydney. Indonesia juga berharap medali dari cabang panahan, cabang pertama yg meraih medali OG bagi Indonesia di Seoul (film biopiknya bentar lagi rilis, ini bukan bajer biarpun ngarep #eh)
Siapa yang bakal menjadi negara ASEAN tersukses di Rio masih teka teki, semoga banyak medali yang diraih atlet Asia Tenggara.
NB: posisi Indonesia yang dulu mengaku diri sebagai raja sport ASEAN sudah disusul Thailand. Pertanyaannya mau mulai mengejar ketinggalan sekarang atau tunggu disusul negara ASEAN yg inisialnya sama dengan negeri gajah putih?