Perebutan Piala Thomas akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Pergelaran yang keduapuluhdelapan ini diadakan di Siri Fort Sports Complex, New Delhi, India. 16 negara dimana 10 diantaranya dari benua Asia akan dibagi dalam 4 grup guna berlomba membawa pulang piala yang diberi nama sesuai dengan mantan pebulutangkis Inggris George Alan Thomas tersebut.
China sebagai juara bertahan dan Indonesia ditetapkan sebagai dua unggulan teratas di turnamen beregu ini dan dijagokan banyak orang untuk bertemu di final. Prediksi yang wajar dan logis sebenarnya mengingat kekuatan dan hasil-hasil yang diraih di turnamen individu. Namun, bulutangkis tetaplah olahraga dimana semua hal bisa saja terjadi dan tidak seabsolut matematika.
Berikut adalah negara-negara yang mungkin saja menggagalkan final ideal itu atau malah membawa pulang piala ke markas mereka masing-masing:
Korea sebagai runner-up gelaran sebelumnya di Wuhan jelas punya rasa penasaran yang besar untuk menuntaskan hasrat mereka. Negeri Ginseng ini tetap memiliki sektor ganda yang kuat dengan kombinasi-kombinasi yang unpredictable, apalagi pembatalan sanksi skorsing atas bintang mereka pasti menjadi suntikan moral yang besar bagi tim. Grafik menanjak Son Seung Mo hingga masuk top10 dan pengalaman Lee Hyun-Il juga bisa menjadi peluru senjata mereka.
Denmark sebagai ujung tombak pasukan non Asia tentu ingin membawa piala itu ke ranah aslinya Eropa untuk pertama kali dalam sejarah. Peningkatan form sang mantan juara dunia junior Viktor Axelsen tentu menjadi kejutan menyenangkan bagi mereka. Pemain yang disponsori Adidas itu akan menemani juara Eropa yang baru dinobatkan minggu kemarin Jan O Jorgensen dan HK Vittinghus di sektor tunggal. Di ganda negara Skandinavia ini punya peraih perak Olimpiade dan Kejuaraan Eropa terakhir, jelas sebuah pencapaian yang tidak bisa diremehkan begitu saja.
Selain kedua negara diatas ada Jepang yang memiliki tunggal dan ganda yang begitu stabil permainan dan hasil setiap turnamennya. Tiga ganda putra di top 15 jelas bukan main2, ditambah kombinasi Kenichi+Kento dan Sho di tunggal. Malaysia jika doublenya tiba2 on-fire atau tuan rumah dengan pasukan tunggalnya yang unpredictable dibawah dukungan ribuan orang jelas bisa menawarkan kejutan tersendiri.
Apapun hasilnya nanti Thomas Cup tahun ini menjanjikan pertarungan yang lebih seru dibanding 2-3 edisi sebelumnya dan sangat layak untuk dinantikan. Jadi siapa kuda hitam unggulan kalian?:D
Pandangan seorang sports addict dari apa yang dilihatnya di live tv atau layar livescore
Senin, 28 April 2014
Senin, 21 April 2014
8 hal tentang game 1 NBA Playoffs 2014
Game 1 NBA Playoffs berakhir tadi pagi dengan Rockets vs Trailblazers sebagai partai penutup yang sangat seru bahkan harus diselesaikan dengan overtime. Kebetulan itu satu-satunya game yang penulis lihat dari partai-partai pembuka Playoffs tahun ini melalui NBATV.
Well dari 8 partai pembuka itu beberapa hal yang mungkin akan menjadi tren di seri pembuka NBA Playoff tahun ini adalah:
1. Timmy vs Dirk menampilkan duel Power Forward full of Old-time Flavour
2. Jeremy Lin harus lebih menjadi Linsanity untuk membuat Rockets mengimbangi Blazers dengan duo Dame-LMA apalagi Pat Bev tidak fit.
3. Doc somehow perlu membangunkan para role player Clippers diluar CP3 dan BG, terutama Crawford.
4. Panjangnya duel OKC vs Memphis bergantung pada sejauh mana kombinasi Conley-Allen menghambat laju turbo Westbrook
5. Dengan kondisi kaki Big Al yang tidak fit maka sweep makin menjadi kemungkinan, tapi tetap saja pengalaman bagus untuk Kemba dkk
6. Pacers mungkin hanya bisa berharap keajaiban atau adanya pembalik waktu karena kondisi mereka sangat parah.
7. Bulls mungkin boleh mencoba memperbesar ukuran ring mereka setelah buruknya shooting mereka tadi pagi.
8. Truth+JJ vs Lowry+DeRozan siapa yang akan lebih stabil?
Itu adalah 8 hal berdasar analisa amatir penulis, tapi yang pasti dari 8 partai yang 5 diantaranya diambil away team ini, jika terus berlanjut akan menjadi unforgettable nba playoffs
Well dari 8 partai pembuka itu beberapa hal yang mungkin akan menjadi tren di seri pembuka NBA Playoff tahun ini adalah:
1. Timmy vs Dirk menampilkan duel Power Forward full of Old-time Flavour
2. Jeremy Lin harus lebih menjadi Linsanity untuk membuat Rockets mengimbangi Blazers dengan duo Dame-LMA apalagi Pat Bev tidak fit.
3. Doc somehow perlu membangunkan para role player Clippers diluar CP3 dan BG, terutama Crawford.
4. Panjangnya duel OKC vs Memphis bergantung pada sejauh mana kombinasi Conley-Allen menghambat laju turbo Westbrook
5. Dengan kondisi kaki Big Al yang tidak fit maka sweep makin menjadi kemungkinan, tapi tetap saja pengalaman bagus untuk Kemba dkk
6. Pacers mungkin hanya bisa berharap keajaiban atau adanya pembalik waktu karena kondisi mereka sangat parah.
7. Bulls mungkin boleh mencoba memperbesar ukuran ring mereka setelah buruknya shooting mereka tadi pagi.
8. Truth+JJ vs Lowry+DeRozan siapa yang akan lebih stabil?
Itu adalah 8 hal berdasar analisa amatir penulis, tapi yang pasti dari 8 partai yang 5 diantaranya diambil away team ini, jika terus berlanjut akan menjadi unforgettable nba playoffs
Sabtu, 19 April 2014
A view about mixed doubles next tier
Well, 2 minggu yang cukup menyenangkan bagi dunia bulutangkis Indonesia 2 gelar di Singapura SS + 2 gelar di NZ GP. Demikian juga 2 runnerup dari sana serta 3 perak dan 2 perunggu di WJC. Untuk para juara SS sepertinya ngga usah dibahas lagi toh langkah dan tujuan mereka sudah jelas, yang akan coba dianalisa secara ngasal di post ini hanyalah pemain lainnya.:)
Perombakan ganda campuran di NZ GP menghasilkan 3 semifinalis (Eko/Saufika, Obama/Daeva dan Irfan/Glow) yang kelihatannya cukup baik untuk dikembangkan. Eko dan Saufika dengan 2 gelarnya jelas menjadi headliner XD generasi itu untuk mengejar Riky/Richi (RU SOSS) dan Debby/Jordan guna melapisi sang XD juara dunia.
Selepas gelaran TUC di New Delhi, 3 XD terdepan itu mungkin akan ke Yoyogi stadium, tapi ujian terbesar buat semua XD ini adalah gelaran IOSSP yang mungkin akan menyaring juga siapa benar2 contender atau sebatas pretender. Jika ada pasangan diluar juara dunia yang bisa membuktikan diri dengan baik di Istora, ya kenapa ngga coba diorbitkan untuk Rio itung2 untuk pengalaman tanpa mengharapkan hasil.
Kalau harus menilai dari kelima pasangan tersebut mana yang paling baik, jelas hal yang sangat sulit. Dilihat dari beberapa match via streaming/livescore, jelas semua pasangan punya hal yg perlu diperbaiki. Jordan/Debby misalnya harus meningkatkan kekompakan dan gameplan mereka, Riky/Richi harus terus berani tampil dengan confidence tinggi and increase their defence, Edi needs to trust his partner more dan mengurangi "superhero attitude"-nya, itu kelemahan2 yang bisa ditangkap oleh mata pengamat ngasal ini.
Diluar 5 pasang tadi masih ada nama Rosyita yang dengan 2 perak WJCnya jelas menanti untuk mendapat partner dan saat diorbitkan yang tepat jika diproyeksikan untuk meramaikan sektor XD. Tapi penulis sendiri yakin dengan 5 pasangan yang ada saat ini setidaknya ganda-ganda potensial Indonesia berada di jalur dan tangan yang tepat.
Perombakan ganda campuran di NZ GP menghasilkan 3 semifinalis (Eko/Saufika, Obama/Daeva dan Irfan/Glow) yang kelihatannya cukup baik untuk dikembangkan. Eko dan Saufika dengan 2 gelarnya jelas menjadi headliner XD generasi itu untuk mengejar Riky/Richi (RU SOSS) dan Debby/Jordan guna melapisi sang XD juara dunia.
Selepas gelaran TUC di New Delhi, 3 XD terdepan itu mungkin akan ke Yoyogi stadium, tapi ujian terbesar buat semua XD ini adalah gelaran IOSSP yang mungkin akan menyaring juga siapa benar2 contender atau sebatas pretender. Jika ada pasangan diluar juara dunia yang bisa membuktikan diri dengan baik di Istora, ya kenapa ngga coba diorbitkan untuk Rio itung2 untuk pengalaman tanpa mengharapkan hasil.
Kalau harus menilai dari kelima pasangan tersebut mana yang paling baik, jelas hal yang sangat sulit. Dilihat dari beberapa match via streaming/livescore, jelas semua pasangan punya hal yg perlu diperbaiki. Jordan/Debby misalnya harus meningkatkan kekompakan dan gameplan mereka, Riky/Richi harus terus berani tampil dengan confidence tinggi and increase their defence, Edi needs to trust his partner more dan mengurangi "superhero attitude"-nya, itu kelemahan2 yang bisa ditangkap oleh mata pengamat ngasal ini.
Diluar 5 pasang tadi masih ada nama Rosyita yang dengan 2 perak WJCnya jelas menanti untuk mendapat partner dan saat diorbitkan yang tepat jika diproyeksikan untuk meramaikan sektor XD. Tapi penulis sendiri yakin dengan 5 pasangan yang ada saat ini setidaknya ganda-ganda potensial Indonesia berada di jalur dan tangan yang tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)