Fuzhou, -kota pendidikan yang terletak di tenggara Beijing- minggu lalu menjadi tempat penyelenggaraan ajang penutup "grand slam" bulutangkis tahun ini setelah empat ajang sebelumnya diadakann di Kula Lumpur, Birmingham, Jakarta dan Odense. Tempat yang sesuai untuk penutupan mengingat China meraih 14 dari 25 gelar super series premier yang tersedia tahun ini termasuk dua gelar di Fuzhou.
Dua gelar tuan rumah tersrbut datang dari ganda putri dan ganda campuran. Untuk kesekian kalinya, Wang Xiaoli/Yu Yang kembali menjadi penguasa ganda putri di level ini, tuan rumah juga seakan mengingatkan para pengganggu bahwa dominasi di nomor ganda putri bukan hanya datang dari 1-2 pasangan saja, melainkan datang dari banyak sumber dengan keberhasilan mengeroyok Misaki/Ayaka di semifinal meskipun tanpa kehadiran Tang Jinhua yang cedera ataupun Ma Jin yang tidak turun di nomor ini. Di ganda campuran, pasangan kekasih -yang mungkin menunggu prize money mereka sebanyak Lee Chong Wei baru melaksanakan pernikahan- melanjutkan tradisi peraih super series premier selalu dari fantastic 4 meskipun 3 pasangan lainnya gugur sebelum semifinal. China bahkan mungkin saja menyapu gelar ganda di Fuzhou jika saja Yoo Yeon Seong tidak bangkit dari kekalahannya di ganda campuran bersama Eom Hye Won dan menggagalkan usaha Chai Biao/Hong Wei dengan bantuan Lee Yong Dae satu-satunya trio L runner up WBC yang mengangkat senjata eh raket di Fuzhou.
Tapi cerita terbesar di Haixia Olympic Sports Center datang dari pemain-pemain negara asia selatan yang juga berpenduduk banyak. India -negeri asal banyak epos pewayangan- memberi 2 versi puncak cerita, versi 1 adalah cerita dimana sang murid mampu menundukkan pemain terbaik dunia yang dicurigai sebenarnya adalah alien di hari ulang tahun guru yang sangat dihormatinya, Srikanth Kidambi mampu bukan hanya bertanding seimbang dengan Lin Dan bahkan memenangi partai itu dalam 2 game langsung dikala Gopichand berulang tahun. Ultah Gopi mungkin juga menginspirasi Saina Nehwal untuk mengakhiri dominasi trio Xuerui-Shixian-Yihan dan menjuarai turnamen di negara yang disebutnya terlalu menguasai jumlah undian tunggal putri di setiap SSP, well dia memang mengalahkan 3 tunggal putri tuan rumah di road to final, sebelum mengalahkan anak sekolah atau mungkin baru lulus SMA dari negeri matahari terbit di final.
Jika 2 negara banyak penduduk diatas menghasilkan juara, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia mengirimkan 7 pemain kesana dan katanya sih dengan target mempertahankan gelar, tapi nyatanya semua sudah tidak di tengah karpet hijau saat semifinal berlangsung. Mili, Praveen/Debby dan Riky/Richi mungkin bisa diampuni karena kalah dengan terhormat atau setidaknya lumayan. Demikian juga dengan Greysia/Nitya karena kalah dari juara dunia yang main di kandang dan ini adalah turnamen perdana pasca medali emas di Incheon. Tommy mungkin alergi pemain Taipei seperti halnya Simon yang alergi pemain Hongkong selama ini. Kekalahan kembali Ahsan/Hendra di babak pertama turnamen yang sama seperti tahun lalu, menunjukkan kalo PBSI perlu menemukan pelapis ganda putra secepatnya (kalimat teaser post entah kapan jika penulis udah saking gemes baru keluar). Dan sang juara China SSP 2013 Ganda Campuran juga meninggalkan arena di hari Jumat.
Emang diakui bahwa nomor ganda campuran di Fuzhou kemaren itu derajat keanehannya paling tinggi sebelum final. Gimana ngga, 3 dari fantastic four kalah sebelum semi, tapi kekalahan anggota fantastic four dari Indonesia yang sampai memicu komentar di youtube bahwa cowo yang baru menikah tahun ini tampil seperti pemain amatir diantara 3 pemain pro di lapangan, membuat penulis berpikir jangan-jangan waktu pasangan Indonesia itu tampil sangat baik tahun lalu dan awal tahun ini dimana komunikasi keduanya berjalan lancar, yang bermain bersama Liliyana adalah Kedeng yang dengan bantuan Doraemon bertukar tubuh #eh
Thats a wrap of Super Series Premier 2014 and some blabbering from me
Pandangan seorang sports addict dari apa yang dilihatnya di live tv atau layar livescore
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 November 2014
Senin, 21 April 2014
8 hal tentang game 1 NBA Playoffs 2014
Game 1 NBA Playoffs berakhir tadi pagi dengan Rockets vs Trailblazers sebagai partai penutup yang sangat seru bahkan harus diselesaikan dengan overtime. Kebetulan itu satu-satunya game yang penulis lihat dari partai-partai pembuka Playoffs tahun ini melalui NBATV.
Well dari 8 partai pembuka itu beberapa hal yang mungkin akan menjadi tren di seri pembuka NBA Playoff tahun ini adalah:
1. Timmy vs Dirk menampilkan duel Power Forward full of Old-time Flavour
2. Jeremy Lin harus lebih menjadi Linsanity untuk membuat Rockets mengimbangi Blazers dengan duo Dame-LMA apalagi Pat Bev tidak fit.
3. Doc somehow perlu membangunkan para role player Clippers diluar CP3 dan BG, terutama Crawford.
4. Panjangnya duel OKC vs Memphis bergantung pada sejauh mana kombinasi Conley-Allen menghambat laju turbo Westbrook
5. Dengan kondisi kaki Big Al yang tidak fit maka sweep makin menjadi kemungkinan, tapi tetap saja pengalaman bagus untuk Kemba dkk
6. Pacers mungkin hanya bisa berharap keajaiban atau adanya pembalik waktu karena kondisi mereka sangat parah.
7. Bulls mungkin boleh mencoba memperbesar ukuran ring mereka setelah buruknya shooting mereka tadi pagi.
8. Truth+JJ vs Lowry+DeRozan siapa yang akan lebih stabil?
Itu adalah 8 hal berdasar analisa amatir penulis, tapi yang pasti dari 8 partai yang 5 diantaranya diambil away team ini, jika terus berlanjut akan menjadi unforgettable nba playoffs
Well dari 8 partai pembuka itu beberapa hal yang mungkin akan menjadi tren di seri pembuka NBA Playoff tahun ini adalah:
1. Timmy vs Dirk menampilkan duel Power Forward full of Old-time Flavour
2. Jeremy Lin harus lebih menjadi Linsanity untuk membuat Rockets mengimbangi Blazers dengan duo Dame-LMA apalagi Pat Bev tidak fit.
3. Doc somehow perlu membangunkan para role player Clippers diluar CP3 dan BG, terutama Crawford.
4. Panjangnya duel OKC vs Memphis bergantung pada sejauh mana kombinasi Conley-Allen menghambat laju turbo Westbrook
5. Dengan kondisi kaki Big Al yang tidak fit maka sweep makin menjadi kemungkinan, tapi tetap saja pengalaman bagus untuk Kemba dkk
6. Pacers mungkin hanya bisa berharap keajaiban atau adanya pembalik waktu karena kondisi mereka sangat parah.
7. Bulls mungkin boleh mencoba memperbesar ukuran ring mereka setelah buruknya shooting mereka tadi pagi.
8. Truth+JJ vs Lowry+DeRozan siapa yang akan lebih stabil?
Itu adalah 8 hal berdasar analisa amatir penulis, tapi yang pasti dari 8 partai yang 5 diantaranya diambil away team ini, jika terus berlanjut akan menjadi unforgettable nba playoffs
Langganan:
Postingan (Atom)