Well, 2 minggu yang cukup menyenangkan bagi dunia bulutangkis Indonesia 2 gelar di Singapura SS + 2 gelar di NZ GP. Demikian juga 2 runnerup dari sana serta 3 perak dan 2 perunggu di WJC. Untuk para juara SS sepertinya ngga usah dibahas lagi toh langkah dan tujuan mereka sudah jelas, yang akan coba dianalisa secara ngasal di post ini hanyalah pemain lainnya.:)
Perombakan ganda campuran di NZ GP menghasilkan 3 semifinalis (Eko/Saufika, Obama/Daeva dan Irfan/Glow) yang kelihatannya cukup baik untuk dikembangkan. Eko dan Saufika dengan 2 gelarnya jelas menjadi headliner XD generasi itu untuk mengejar Riky/Richi (RU SOSS) dan Debby/Jordan guna melapisi sang XD juara dunia.
Selepas gelaran TUC di New Delhi, 3 XD terdepan itu mungkin akan ke Yoyogi stadium, tapi ujian terbesar buat semua XD ini adalah gelaran IOSSP yang mungkin akan menyaring juga siapa benar2 contender atau sebatas pretender. Jika ada pasangan diluar juara dunia yang bisa membuktikan diri dengan baik di Istora, ya kenapa ngga coba diorbitkan untuk Rio itung2 untuk pengalaman tanpa mengharapkan hasil.
Kalau harus menilai dari kelima pasangan tersebut mana yang paling baik, jelas hal yang sangat sulit. Dilihat dari beberapa match via streaming/livescore, jelas semua pasangan punya hal yg perlu diperbaiki. Jordan/Debby misalnya harus meningkatkan kekompakan dan gameplan mereka, Riky/Richi harus terus berani tampil dengan confidence tinggi and increase their defence, Edi needs to trust his partner more dan mengurangi "superhero attitude"-nya, itu kelemahan2 yang bisa ditangkap oleh mata pengamat ngasal ini.
Diluar 5 pasang tadi masih ada nama Rosyita yang dengan 2 perak WJCnya jelas menanti untuk mendapat partner dan saat diorbitkan yang tepat jika diproyeksikan untuk meramaikan sektor XD. Tapi penulis sendiri yakin dengan 5 pasangan yang ada saat ini setidaknya ganda-ganda potensial Indonesia berada di jalur dan tangan yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar