Peringkat satu di akhir tahun, suatu predikat yang cukup bergengsi di tenis, sesuatu yang menunjukkan perkasanya seorang pemain di tahun tersebut. Di bulutangkis -meski tidak terlalu bergengsi- predikat itu jelas melambangkan supremasi dan keamanan terutama untuk kualifikasi Olimpiade. Dominasi Chen Long, Caro Marin, Lee/Yoo dan Zhang/Zhao di turnamen Super Series memastikan mereka bertahta di peringkat 1 untuk beberapa bulan ke depan. Tapi tidak demikian dengan ganda putri yang memiliki 12 juara berbeda di 12 turnamen superseries tahun 2015.
Dengan hanya gelaran Dubai Super Series Final yang tersisa sebagai turnamen besar penutup tahun, masih ada 4 dari 8 peserta Dubai yang terpisah < 4000 poin dan berpeluang menduduki ranking 1 ganda putri pada 31 Desember 2015. Gelar juara Dubai 2015 bagi 1 diantara Christinna/Kamilla, Greysia/Nitya, Luo/Luo atau Misaki/Ayaka akan memastikan ranking 1 ditangan mereka, meski Tian/Zhao, Muskens/Piek, Fukuman/Yonao dan Chae/Kim tentu ingin menggagalkan ambisi itu.
Kondisi ini ditambah masa kualifikasi Rio membuat Dubai menjadi sangat menarik, kedelapan pasangan memiliki agenda besar masing-masing, dan coba kami bahas satu persatu berikut ini.
Bagi Naoko Fukuman/Kurumi Yonao dan Chae Yoo Jung/Kim So Young invitasi ke Dubai berarti ajang unjuk kemampuan sekaligus meyakinkan asosiasi masing-masing bahwa mereka layak bersaing demi tiket Rio sebagai ganda kedua negara mereka, khusus bagi Fukuman/Yonao invitasi ini adalah berkah ganda karena mereka menggantikan Maeda/Kakiiwa yang cedera dan merupakan pesaing langsung mereka secara domestik. Kehadiran dua pasangan eropa, debutan Muskens/Piek yang terus berusaha konsisten bersaing di tingkat atas dan Christinna/Kamilla yang ingin membuktikan bahwa gelar juara eropa mereka yang bertumpuk bisa berbuah juga di tingkat dunia, tentu menambah kesengitan di Dubai.
Untuk Luo/Luo dan Tian/Zhao, mereka memiliki tujuan yang sama dan berbeda di Dubai. Sebagai semifinalis dan finalis tahun lalu, mereka harus setidaknya mampu mempertahankan hasil itu agar tidak dilewati oleh kereta cepat berjudul Tang Yuanting/Yu Yang dalam persaingan menuju olimpiade. Sebagai juara dunia, lolosnya Tian/Zhao bisa dikatakan save by the rule, tapi jika mampu meraih hasil yang baik tentu kerelaan TQ untuk kembali kerja rodi sangatlah tepat. Sementara si kembar bisa menggunakan ajang ini sebagai pembuktian bahwa mereka paling konsisten diantara kereta-kereta cepat paduka, apalagi jika mereka mampu membawa tahta peringkat 1 gand putri kembali ke China.
Dua pasangan terakhir adalah dua pasang yang kini berada di posisi pertama dua jenis ranking BWF yang sedang berjalan. Rank 1 BWF dan juara bertahan Misaki/Ayaka tentu tidak mau begitu saja kehilangan tahtanya. Sementara peringkat 1 race to Rio, Greysia/Nitya ingin menunjukkan bahwa konsistensi mereka sejak Mei layak juga diganjar prestasi terbaik di Dubai sekaligus mengkudeta Misaki/Ayaka dan menjadi ganda putri Indonesia pertama sejak era Superseries yang menjadi peringkat 1 BWF (Note: penulisnya males tracking rank pre-2007).
Dengan persaingan segitu ketatnya maka tidak ada alasan untuk tidak excited menunggu Dubai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar