Jumat, 06 Mei 2016

No Complacency in 2016, Please

Beberapa hari belakangan, di timeline twitter banyak berseliweran twit tentang Civil War dan Ada Apa Dengan Cinta 2, dua film baru yang memang layak mendapat perhatian karena plot ceritanya. Tapi bagi penulis yang baru nonton film jika muncul di televisi, 2 film terlintas di ingatan justru Rocky III dan Mighty Ducks 2.

Dua film sekuel dengan tema sport ini menarik karena ada kemiripan cerita disitu. Rocky Balboa dan Gordon Bombay sama-sama tampil di awal film sebagai seorang yang berhasil dari sekuel sebelumnya dan terlihat seperti meremehkan tantangan berikut yang ada.Beruntung bagi mereka berdua, mereka sadar/disadarkan akan hal itu dan mampu membalikkan keadaan, tapi di dunia nyata tidaklah selalu demikian.

Banyak contoh kasus di dunia nyata, dimana momentum berpindah karena complacency. Heat-Mavs pada NBA finals 2011 misalnya ketika Terry justru semangat ketika Heat sudah melakukan selebrasi kemenangan meski masih ada menit tersisa di game keempat, atau mungkin juga Milan pada turun minum Istanbul 2005. Di badminton, jangan tanya berapa kasus pemain sudah mencapai MP di game 2, kalah lalu hilang di game penentuan.

Olimpiade Rio 2016 yang akan berlangsung sekitar 4 bulan lagi harusnya menjadi tujuan puncak dari semua atlet, tapi apakah semua atlet akan memiliki fokus yang tepat pada saat itu? belum tentu. Bisa jadi, akan ada pemain yang merasa ah udah lolos ke OG kok, lalu menurunkan fokus dan justru dikejutkan di Rio karena telat memfokuskan diri lagi. Atau mungkin, akan ada juga pemain yang sudah puas dengan hasil baik sebelum Rio dan seperti Gordon Bombay, lupa bahwa ada hal yang lebih besar di depan mata dan meremehkannya.

Well, demi kami para fans layar kaca ini, semoga saja semua atlet yang tampil di Rio benar2 dalam kondisi terbaik mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar