Kejutan, kata yang mungkin tepat menggambarkan All England sejauh ini. Bagaimana tidak, sejauh ini di semua nomor ada saja unggulan 1-3 yang harus tersingkir sebelum perempat final malam nanti. Jumlah total unggulan yang tersingkir di turnamen tertua yang dikatakan Lin Dan sebagai kejuaraan dunia mini ini mencapai lebih dari 10. Bahkan satu tiket semifinal sudah pasti diperoleh pemain non unggulan di nomor tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran.
Kejutan terbanyak dan terbesar muncul di ganda putra, 4 ganda unggulan harus angkat koper dari National Indoor Arena sebelum hari jumat. Diantara 4 ganda itu terdapat 2 favorit awal juara, yaitu sang unggulan pertama Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dan juara bertahan M Ahsan/Hendra Setiawan. Dua ganda yang mengalahkan mereka, Mads Pieler Kolding/Mads Conrad Petersen dan Fu Haifeng/Zhang Nan kini banyak dijagokan akan menjadi juara baru All England mengingat form pasangan Denmark yang sedang menanjak sejak Jerman dan kualitas individu Fu/Zhang yang merupakan peraih emas olimpiade. Kandidat juara lainnya adalah Mathias Boe/Carsten Mogensen yang biasa menghiasi daftar juara super series bersama dua ganda yang tersingkir itu atau kuda hitam tanpa beban Kevin Sanjaya/Markus Gideon sang pasangan baru yang mungkin bisa menyelamatkan reputasi ganda putra Indonesia yang tampak makin kacau usai kejadian hari kamis yang membuat banyak orang berpikir apakah Hendra/Ahsan mulai menurun.
Jika Indonesia dikejutkan di ganda putra, kejadian sebaliknya terjadi di ganda campuran. Debby/Jordan membuat salah satu fantastic four menelan pil pahit ketika All England belum mencapai hitungan 5 jam. Kemenangan atas Xu Chen/Ma Jin jelas meningkatkan kepercayaan diri Debby/Jordan yang tahun lalu sama sekali tidak merasakan babak utama, meski demikian dalam hal mencapai tahta tampaknya masih belum diperhitungkan. 3 fantastic four tersisa jelas lebih difavoritkan apalagi Butet/Owi yang mengejar quad-trick di negerinya Kate Middleton ini. Penggoyang dominasi fantastic four lebih disematkan pada Mads CP/Kamilla RJ sang juara Jerman atau harapan terbesar tuan rumah Chris/Gabby Adcock yang jelas mendapat dukungan besar publik
Dukungan publik juga akan mengalir untuk Rajiv Ouseph, pemain yang mengalahkan Son Wan Ho ini jelas akan berusaha sejauh mungkin mengukir sejarah meskipun untuk menjadi juara tunggal putra pertama dari Inggris sejak perang dunia kedua tampak seperti mission impossible. Mission Impossible karena di tunggal putra masih ada Lin Dan. Tantangan bagi sang peraih 2 emas olimpiade untuk menggapai gelar keenam hanya akan muncul dari Sang Naga atau manusia penuh tato dari Denmark.
Di dua nomor putri, ada fenomena bertolak belakang atas dominasi China, di tunggal meskipun ada 3 wakil di perempat final tapi ketiadaan Li Xuerui pasti membangkitkan harapan bagi tunggal putri lain untuk mematahkan dominasi China seperti halnya di Dubai akhir tahun lalu. Di ganda, 5 wakil jelas menunjukkan dominasi China, tapi untuk semifinal kami berharap hanya 2 pasangan yang lolos yaitu Tian/Zhao dan Wang/Yu ditemani WD Denmark dan Indonesia, 4ganda yang telah memberi deretan partai klasik bagi ganda putri.
Semoga seiring sejarah yang tercipta banyak kejutan dan partai klasik yang menyertai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar