Kamis, 30 Oktober 2014

Hope For Hian's Troops

Ganda putri, nomor bulutangkis yang bagi mayoritas penggemar dari Indonesia merupakan nomor ganda yang paling ngga dianggep. Bagaimana tidak, dibanding ganda putra yang punya berderet pasangan tangguh dengan gelar juara bejibun dan ganda campuran yang punya Butet dan Vita beserta pasangannya, apalah yang ganda putri punya? Cuma Butet/Vita yang "disewakan" dari ganda campuran dan terpaksa mengikuti permainan paduka Li Yongbo di London.

Hal itu pun berlanjut saat kepengurusan Gita Wirjawan dimulai, disaat nomor lain sudah memiliki pelatih yang pasti, ganda putri malah harus menunggu kedatangan Reony Mainaky sambil sementara diawasi oleh para asisten. Ketika akhirnya Reony memutuskan untuk tetap berada di Jepang, sempat ada kekecewaan dan anggapan bahwa nomor ini bakal makin terpuruk seperti sektor putri satunya itu.

Ganda putri mulai merebut perhatian ketika medali Asian Games menghampiri, medali itu sendiri menurut kami hanyalah produk wajar dari grafik performa Greysia/Nitya yang memang meningkat tahun ini. Prestasi yang lalu diikuti dengan absennya punggawa ganda putri pelatnas dari tur eropa.
Absennya nyaris seluruh ganda putri di tur eropa ini tentu menimbulkan pertanyaan. Semoga saja absennya ini memang untuk refreshing dan mencari kombinasi terbaik untuk mendampingi Greysia/Nitya di kualifikasi Rio. Yang jelas, kmi hanya bisa berharap bahwa kesuksesan di Incheon kemarin tidak membuat coach Eng Hian dengan pasukan yg sekompi penuh potensi justru puas dengan hanya 1 kartu truf saja.

We certainly hope that you can maximize Indonesia's women double department coach.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar