Lilyana Natsir, mungkin pemain terbaik ganda sektor putri Indonesia sejak dimulainya millennium ketiga. Namanya muncul pertama kali ke permukaan ketika dia menjadi juara junior Asia di Jakarta tahun 2002 bersama Markis Kido.
Sampai saat ini, dua nama diatas, barangkali nama terakhir yang mampu meneruskan kecemerlangan di masa junior ke masa mereka senior bagi Indonesia. Keduanya mampu meraih banyak gelar dengan pasangan masing-masing. Namun berbeda dengan Kido yang sudah mengoleksi semua medali emas diajang besar, Butet lebih sering melihat pasangan lain yang berdiri di podium tertinggi.
Butet memang punya 3 medali emas yang ketiganya didapat dari WBC di California dan KL bersama Nova serta Guangzhou bersama Tontowi. Tapi jika melihat kalender bulutangkis 2 tahun kedepan, mungkin inilah kesempatan terakhir Butet menuntaskan rasa penasarannya.
WBC 2015 yg digelar di Jakarta mungkin menjadi ajang dendam Butet yang belum pernah juara ganda campuran di ibukota negara sejak 2002 itu, dan dengan kualifikasi hanya s/d Maret 2015 sudah hampir pasti Tontowi yang akan mendampingi.
Tapi bagaimana dengan Rio yang kualifikasinya baru mulai April 2015? jika PBSI berani merubah-rubah formasi, kami coba menganalisa dari daftar pemain putra di pelatnas yg pernah tampil di Super Series nomor ganda campuran.
1. Owi: pasangan Butet sejak 2011 pastinya punya nilai plus dari segi adaptasi hanya saja sifat emosional dan keantikan yang menyertainya menimbulkan tanda tanya.
2. Jordan: punya talenta dan pernah berpasangan dengan Butet, tapi dia bisa dibilang "Owi junior" dari segi emosi.
3. Riky: Barangkali inilah pemain putra yang paling stabil emosinya, memang prestasinya tidak terlalu mencolok tapi kalo mau spekulasi, why not?
4. Alfian atau Edi: keduanya punya gelar di junior, tapi akankah PBSI membongkar Alfian/Annisa? Dan apakah Edi sudah lebih bisa share tanggung jawab?
5. Kevin: Ini pilihan yg sangat spekulatif jika PBSI mau meniru LYD/LHJ
Akankah ada kejutan tak terduga demi pengejaran sebuah medali emas?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar